Jumat, 11 September 2015 

Kemajuan Pesisir Komering Diambang Mata


Oleh: Deddy Pranata

_IMG_000000_000000

SEKETIKA terlintas kata duku saat mendengar istilah Komering dalam kesempatan apapun. Duku Komering sudah menjadi komoditi andalan dan ciri khas yang sudah melekat dan terkenal seantero nusantara. Para pecinta duku yang merupakan jenis buah-buahan dari anggota suku Meliaceae ini, kata Komering pasti sudah sangat familiar.

Komering merupakan salah satu suku yang bermukim dan tersebar di pesisir danau Ranau dan sungai Komering. Suku Komering termasuk salah satu suku tertua yang ada di Sumatra (Proto Malayan), seperti Mentawai, Enggano, Nias, Batak, dan Orang Laut. Khusus yang hidup di sepanjang aliran sungai Komering, biasa disebut dengan istilah Jalur atau Pesisir Komering.

Pesisir Komering secara geografis di wilayah Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), membentang dari kecamatan BP Peliung hingga kecamatan Cempaka. Wilayah Pesisir Komering sebenarnya mempunyai potensi besar untuk menjadi daerah yang lebih maju dari saat ini. Sumber daya alam berupa lahan subur dan sumber air melimpah, menjadi modal utama untuk menjadikan Pesisir Komering menjadi daerah maju.

Selama ini, bagi sebagian masyarakat Sumatera Selatan, jalan di sepanjang Pesisir Komering yang menghubungkan antara Kabupaten OKI dan OKU Timur, menjadi momok yang menakutkan karena kerap terjadi aksi kriminalitas berupa perampokan atau yang biasa disebut Grandong oleh masyarakat sekitar. Perlu keberanian tersendiri jika melintas jalan di Pesisir Komering terutama malam hari.

IMG_20150911_212551805

Aksi Grandong yang sudah meresahkan masyarakat OKU Timur dan sekitarnya, mendapat perhatian khusus dari Fery Antoni, salah satu tokoh pemuda OKU Timur. Menurutnya, maraknya aksi Grandong di Pesisir Komering, alasan ekonomi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah tersebut.

“Aksi Grandong akan berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Jika ekonomi sudah meningkat, maka dengan sendirinya Grandong akan semakin menurun. Peningkatan kesejahteraan inilah yang akan menjadi fokus kami ke depan,” ujar Fery yang juga calon Wakil Bupati OKU Timur yang berpasangan dengan Kholid Mawardi.

Lebih lanjut Fery menuturkan, selain terkenal dengan hasil perkebunan, Pesisir Komering dulu sangat mengandalkan hasil perikanan yang memanfaatkan aliran Sungai Komering. Ikan dari wilayah tersebut, menjadi komoditi di pasar tradisional baik di Martapura maupun Belitang. Saat ini justru sangat bertolak belakang, masyarakat Pesisir Komering justru membeli ikan dari Pasar Belitang.

Fery Antoni, tokoh pemuda OKU Timur

Fery Antoni, tokoh pemuda OKU Timur

“Normalisasi Sungai Komering akan menjadi jawaban atas banjir yang selama ini menjadi bencana tahunan wilayah Pesisir Komering. Jika itu sudah terealisasi, masyarakat dapat kembali menggiatkan hasil perikanan dan tidak hanya mengandalkan buah musiman seperti duku dan durian,” lanjutnya.

Selain program normalisasi Sungai Komering, imbuh Fery, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur dengan nomor urut satu ini, siap mengembalikan Pesisir Komering menjadi daerah penghasil ikan dengan membuat program budidaya di lahan tidur milik masyarakat. Jadi masyarakat akan mendapat pemasukan tambahan selain dari perkebunan yang selama ini sudah dijalankan.

“Alat berat akan kami siapkan untuk kebutuhan masyarakat membuat tambak atau kolam. Bantuan bibit ikan akan menjadi stimulan agar Pesisir Komering kembali menggeliat perekonomian yang selama ini agak tertinggal dengan daerah lain di OKU Timur,” jelas Fery.

Pembangunan Pesisir Komering, dijelaskannya, bukan berarti melupakan daerah lain di Bumi Sebiduk Sehaluan. Pemerataan pembangunan menjadi fokus pasangan yang mengusung jargon “Tekad Bulat Demi OKU Timur Aman, Nyaman Tanpa Jalan Berlobang” ini. Kesejahteraan seluruh masyarakat OKU Timur menjadi dasar utama program yang diusung jika pasangan ini terpilih pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

“Program yang kami tawarkan sangat nyata dan langsung menyentuh masyarakat tanpa mengenal suku, ras dan agama. Semua sama, jika seluruh stake holder terus berupaya maksimal, Kabupaten OKU Timur akan menjadi yang terdepan di Provinsi Sumatera Selatan,” tegas Fery Antoni.

Sementara Joko Suprianto, tokoh masyarakat OKU Timur mengatakan, selama ini Pesisir Komering bagai anak tiri. Sangat sedikit program pembangunan yang nyata menyentuh wilayah tersebut. Padahal, potensi besar sudah tersedia dan tidak tergali secara maksimal.

“Jika bicara pembangunan demi kemajuan sebuah daerah, ada dua faktor utama yakni air dan tanah. Kedua faktor itu bukan hanya ada di Pesisir Komering, akan tetapi tersedia secara melimpah. Nah, tinggal sekarang ada keinginan atau tidak kepala daerah untuk menggali potensi tersebut,” ucap Joko Suprianto.

Selama ini masyarakat di Pesisir Komering mengandalkan hasil perkebunan musiman. Rejeki buah musiman, lanjut Joko, saat ini sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.  Harus dicari solusi jitu agar masyarakat Pesisir Komering mendapat pendapatan alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Pesisir Komering sangat jauh tertinggal dari daerah lain di OKU Timur. Jika ada calon kepala daerah yang peduli akan pengembangan dan pembangunan wilayah itu, harus didukung penuh. Jangan sampai pembangunan tidak merata dan akan memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang berujung pada aksi kriminalitas,” lanjur pria yang kerap disapa Pakdhe ini.

Diantara daerah pemekaran yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten OKU Timur menjadi salah satu yang mengalami kemajuan paling pesat. Seharusnya, kemajuan secara komprehensif juga ikut dirasakan seluruh lapisan masyarakat OKU Timur tidak terkecuali wilayah Pesisir Komering.

“Pemerataan pembangunan di tiap daerah di OKU Timur menjadi keharusan dan PR bagi calon kepala daerah. Tingkat perekonomian meningkat, akses jalan mulus dan pembangunan infrastruktur publik, menjadi keharusan agar semua masyarakat OKU Timur makmur bersama dan bersama dalam kemakmuran,” pungkasnya.


[mashshare]

Leave a Reply


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *