Rabu, 15 April 2015 

Sampah di Palembang Bakal Disulap Jadi Pupuk Organik


PT Biomax Techonology asal Singapura audiensi dengan Gubernur Sumsel di Griya Agung Palembang, Selasa 14 April 2015 (foto: Humas Pemprov)

PT Biomax Techonology asal Singapura audiensi dengan Gubernur Sumsel di Griya Agung Palembang, Selasa 14 April 2015 (foto: Humas Pemprov)

Spektanet.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin menyambut baik, PT Biomax Technology yang akan berinvestasi di Palembang Sumatera Selatan. Hal tersebut dikatakannya usai beraudiensi dengan PT Biomax Techonology asal Singapura di Griya Agung Palembang, Selasa (14/4).

“Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik PT Biomax Technology yang akan berinvestasi di Palembang. PT Biomax Technology ini adalah perusahaan asal Singapura yang akan membangun pabrik pupuk organik dari sampah yang ada di Sumsel,” ucap Alex.

Lanjutnya, perusahaan ini sangat maju dalam hal pengolahan limbahnya. Sampah dijadikan pupuk organik dengan menggunakan enzim. Disamping itu, perusahaan ini juga sudah menerima banyak penghargaan internasional.

“Perusahaan Biomax ini ingin mengembangkan usahanya kenegara-negara lain termasuk ke Indonesia yaitu Palembang Sumatera Selatan. Mereka milih Palembang sebagai Kota Pertama di Indonesia karena, sampah yang ada di Palembang ini cukup banyak dan pasarnya juga banyak, sebab pupuk organik ini untuk perkebunan, pertanian dan tanaman industri,” jelasnya.

Alex menambahkan, dengan adanya perusahaan Biomax ini ada 2 masalah yang terpecahkan. Pertama memecahkan masalah persampahan, dan yang kedua dapat menghasilkan pupuk organik bagi para petani.

“Pemerintah Provinsi memberikan rekomendasi kepada perusahaan ini karena ini adalah ranah Kota Palembang. Kemudian kita akan melakukan kerjasama dengan seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel,” pungkas Alex.

AG5_6702

Sementara itu, Direktur Operasional Biomax Technology, Anton Wibowo mengatakan bahwa Biomax Technology adalah perusahaan asal Singapura yang fokusnya di bidang bio teknologi.

“Jadi salah satu teknologi yang sudah kami hak patenkan  dan sudah banyak di gunakan di Internasional adalah teknologi yang mengolah limbah organik menjadi pupuk organik dalam waktu 24 jam,” ucap Anton.

Sambungnya, teknologi ini bisa menggunakan limbah organik sebagi bahan bakunya. Misalnya limbah peternakan dari kotoran hewan, rumah potong hewan, bulu ayam. Kemudian bisa juga dari limbah pertanian misalnya dari kilang CPO atau dari kilang-kilang dari gas, pupuk maupun dari kulit padi juga bisa digunakan.

Selain itu, untuk limbah perkotaan, kami bisa menggunakan sampah organik. Jadi harus dipisahkan antara plastik atau bahan-bahan logam. Dan yang terakhir adalah limbah dari Water Treatment.

“Prosesnya sendiri hanya menggunakan 3 langkah. Pertama bahan baku dimasukkan kedalam mesin yang beri nama digester kemudian ditambahkan enzim mikroba yang merupakan hasil dari formula kami sendiri. Setelah itu suhunya dinaikkan hingga mencapai 80 derajat,” jelasnya.

Anton menambahkan, maka dengan suhu yang mencapai 80 derajat dan dengan jangka waktu 24 jam, kami memastikan semua patogen yang ada didalam limbah itu akan musnah. Tapi enzim yang kami tambahkan akan berkembang dan bertambah banyak. Dan dalam 24 jam, limbah ini bisa digunakan menjadi pupuk organik.

“Kami sudah meninjau TPA Sukawinatan, dimana limbah-limbah yang ada disitu bisa mencapai 600 ton sehari. Sedangkan, pada tahap pertama ini, kami akan menggunakan kapasitas 150 ton per hari. Jadi ini sudah mencukupi untuk tahap pertama. Sehingga bisa menghasilkan 100 pupuk organik per hari” terangnya.

Untuk pemilihan tempatnya, belum bisa dipastikan karena membutuhkan study lebih lanjut lagi. Kalau semuanya sudah dipastikan siap, maka kami akan mulai membangun dan kami menargetkan, Biomax Technology bisa mulai beroperasi awal tahun 2016. (Adv)


[mashshare]

Leave a Reply


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *